MENDENGAR kata santri, orang pasti akan berpikir tentang lingkungan pesantren dan segala hal yang berbau agamis. Namun kini, predikat santri sudah banyak disandang tak hanya para tokoh di bidang agama.

Jika beberapa tahun ini istilah polisi santri, jenderal santri atau gubernur santri kerap didengar, namun akan menjadi beda jika istilah itu tersemat pada seorang kades, karena jarangnya istilah kades santri digunakan oleh para kades. Meskipun sebenarnya banyak para kades yang berlatar belakang santri.

Salah satunya Rio Fariduddin, S.Pdi, kades terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang baru saja dilantik Bupati untuk Periode 2020 – 2025.

Saat disambangi media ini, kades termuda di Kabupaten Bogor yang sejak kecil mengenyam pendidikannya di sebuah pesanten sebagai santri ini menjabarkan beberapa program dari visi misinya untuk desanya di masa depan.

“Jika melihat program, salah satunya adalah agamis, kita sinergi antara ulama dan umaro. Di dalamnya kita akan meningkatkan lagi kegiatan keagamaan, terutama para santri dan ulama. Ini semua didasari niat bahwa Desa Banyuwangi segi keagamaan harus diutamakan,” kata Kades Banyuwangi, Rio Fariduddin, S.Pdi, di ruang kerjanya, Senin (22/2/21).

Di sisi lain, lanjut Kades Banyuwangi, ada segi pelayanan dan kesehatan, terutama di bidang pendidikan. Untuk kesehatan, di desa ini sudah ada mobil desa yang saat ini sedang diperbaiki.

“Memang sedikit ada trouble, tapi Insya Allah akan kita siapkan. Jika ada kendala mungkin juga akan kita tambah, seperti pengadaan klinik, terutama di kader-kader kesehatan,” ujarnya.

Kemudian untuk pendidikan, kata Kades, di Desa Banyuwangi saat ini sudah ada tiga sekolah dasar (SD) dan MTs (Madrasah Tsanawiah). Sedangkan untuk tingkat SMA belum ada.

“Justru di sini kita memperjuangkan pendidikan. Apalagi saat ini 12 tahun. Jadi mungkin setara dengan SMA. Saya khawatir dan prihatin dengan pendidikan di Desa Banyuwangi. Untuk itu kami akan menunjukkan bahwa pendidikan satu kebutuhan hidup di desa ini,” kata Kades Banyuwangi, Rio Fariduddin, S.Pdi.

Hal ini juga dikuatkan Sekdes Banyuwangi yang menginginkan pemerintahan desa sekarang total dengan adanya para pemuda duduk di Pemerintahan Desa Banyuwangi.

“Yang jelas secara naluri kita ingin total. Apalagi basic kawan-kawan yang sekarang duduk di pemerintah desa anak muda, santri juga dan akademisi. Maka hal itu yang akan terus kita dorong agar program-program yang akan kita jalankan bisa cepat,” kata Sekdes.

Sementara, dilantiknya Kades Banyuwangi yang notabene seorang santri oleh Bupati Bogor Ade Yasin baru-baru ini juga mendapat apresiasi dari Ketua LBH Bulan Bintang Jawa Barat, Shalahuddin Dalemunthe, SH, MH.

“Saya mengucapkan selamat kepada Kades Banyuwangi dan Sekdes. Mudah-mudahan dapat melaksanakan visi dan misinya. Insya Allah mendapat berkah dan diberikan kemuliaan,” kata Shalahuddin Dalemunthe.

Hal senada juga diucapkan Direktur Eksekutif Puskominfo Indonesia, Diansyah Putra Gumay, SE, S.Kom, MM. “Saya mengucapkan selamat kepada beliau, terlebih sebagai kades termuda yang berasal dari santri. Kita doakan, semoga selama memimpin untuk lima tahun ke depan tidak ada halangan dan hambatan besar, tapi diberikan kemudahan,” kata Adrian sapaan akrab Abah Gumay

yang juga Ketua Lembaga Adat Tatar Sunda mengatakan, ketika seseorang sudah mau menerjunkan diri ke masyarakat, itu artinya setengah hidupnya sudah digadaikan kepada masyarakat, dan Allah akan menjamin pemimpin yang adil dan amanah.

“Jaminannya surga lebih cepat perjalanannya ketimbang orang yang berdiam diri,” kata Adrian Gumay, singkat. TIM BN01 – Bogor